Pasangan berhadapan dengan keterangan yang berisi tanda tanya.
Jika keberhasilan ikatan pasangan bergantung pada komunikasi yang baik, Anda tentu berharap para kekasih adalah ahli dalam berinteraksi. Tetapi, dalam hal menyampaikan pesan mereka, apakah pasangan romantis lebih baik daripada orang asing? Kami meneliti berbagai sumber untuk mengetahuinya. — Karina Grudnikov
- Tantangannya: Menyampaikan emosi hanya melalui sentuhan.
- Keunggulan: Pasangan. Kekasih dan orang asing dapat mengekspresikan sentuhan, usapan, dan tekanan yang menandakan kemarahan , ketakutan , jijik, rasa syukur , kebahagiaan , cinta, kesedihan, dan simpati dengan menyentuh lengan orang lain, demikian temuan sebuah studi baru dari King’s College London. Tetapi hanya pasangan yang dapat secara akurat menyampaikan emosi yang berfokus pada diri sendiri seperti iri hati , rasa malu , dan kebanggaan. “Pasangan mungkin secara alami lebih taktil satu sama lain, yang membantu mereka mengenali sentuhan yang sulit dibaca,” kata peneliti Erin H. Thompson.
- Tantangannya: Membuat kata-kata Anda dipahami
- Keuntungan: Tidak keduanya. Pasangan romantis yakin bahwa pasangan mereka dapat memahami pesan di balik frasa ambigu seperti “Di sini mulai panas.” Tetapi pasangan terbukti tidak lebih berhasil daripada orang asing dalam menyampaikan maksud mereka, demikian catatan sebuah studi dalam Journal of Experimental Social Psychology . “Kita adalah komunikator egosentris—kita berasumsi orang lain tahu apa yang kita ketahui,” kata peneliti Williams College, Ken Savitsky. Dan kita berpikir orang-orang terkasih, khususnya, akan “memahami maksud kita.” Akui bias Anda dan mintalah klarifikasi.
- Tantangannya: Mengingat kembali kenangan bersama.
- Keuntungan: Orang asing. Apakah cinta membuat ingatan masa lalu menjadi kurang akurat? Pasangan mengira masukan dari pasangan mereka yang terpercaya akan meningkatkan keakuratan ingatan mereka tentang pengalaman bersama. Namun, menurut penelitian di Acta Psychologica , pasangan romantis jauh lebih mungkin salah melaporkan informasi setelah berdiskusi daripada orang asing. Tampaknya kita menerima ingatan pasangan kita, menggabungkan kesalahan faktualnya ke dalam ingatan kita, namun tidak mempercayai ketidakakuratan apa pun dalam cerita orang asing.
Bentuk Waktu Sekarang
Mengapa hadiah terindah adalah hadiah yang paling jelas terlihat?
Ini adalah musim pernikahan dan ulang tahun—yang berarti banyak pertukaran hadiah. Para peneliti Harvard membandingkan hadiah yang menurut para tamu pernikahan paling dihargai oleh pasangan dengan hadiah yang sebenarnya disukai oleh pengantin baru. Kejutan: Para pembeli salah total. “Dalam hidup, kita berperan sebagai pemberi dan penerima,” kata psikolog Francesca Gino, “tetapi ketika kita beralih dari satu peran ke peran lainnya, pandangan kita tentang ‘hadiah yang bermakna’ berubah.” Berikut beberapa temuan yang perlu diperhatikan saat Anda berbelanja hadiah. — Andrea Bartz
Penerima lebih menghargai hadiah yang diminta secara eksplisit daripada hadiah yang tidak diminta.
Menurut pasangan yang sudah menikah, hadiah pernikahan terbaik ada di daftar hadiah pernikahan. Namun, pembeli hadiah keliru berasumsi bahwa kejutan setidaknya sama dihargainya. “Lebih bijaksana untuk menghormati keinginan seseorang daripada menganggap Anda lebih tahu,” kata Gino.
Para penerima menyukai hadiah yang mereka takut untuk minta.
Namun, hadiah tak diminta terbaik adalah hadiah yang akan membuat orang yang berulang tahun merasa bersalah jika memintanya, menurut riset awal dari Gino. Jika kekasih Anda hemat, jangan belikan dia buku masak gourmet hemat; belikan dia makan malam mewah.
Uang tunai mengalahkan segalanya.
Para pemberi khawatir bahwa penerima tidak menghargai uang sebanyak hadiah yang diminta, tetapi justru sebaliknya. Uang tunai bukanlah hadiah murahan seperti yang mungkin Anda duga, jadi berikanlah dengan bebas.
Daftar keinginan berisi satu barang membuat semua orang bahagia.
“Penerima sering kali mencantumkan berbagai pilihan karena mereka tidak ingin membatasi pemberi,” kata Gino. Tetapi jika Anda benar-benar menginginkan satu hal, mintalah dan Anda akan menerimanya—pemberi merasa senang karena ikut berkontribusi, dan penerima mendapatkan apa yang mereka inginkan.